Lulusan Madrasah Siap Bangun Negeri

Batik Karnival merupakan karya seni MAN 2 Cilacap, barisan terdepan mengawal Kirab dalam rangka Wisuda dan Pelepasan Siswa kelas XII Tahun Pelajaran 2021/2022 (dok.izzah)

Kirab berlangsung Sabtu pagi, 14 Mei 2022 sebagai tanda akan segera dibukanya serangkaian prosesi Wisuda dan pelepasan siswa Kelas XII MAN 2 Cilacap Tahun Pelajaran 2021/2022. Start mulai dari luar pintu gerbang madrasah menuju lokasi parkir yang telah disulap sedemikian rupa menjadi tempat utama kegiatan Wisuda.

Terpancar wajah-wajah ceria para siswa putri mengenakan pakaian  kebaya nasional dan siswa putra mengenakan jas hitam berdasi. Keserasian juga terlihat dari para guru dan tenaga kependidikan mengenakan pakaian senada. Kekompakan tercipta pula pada momen ini. Para orangtua/walipun  tak mau ketinggalan mengikuti prosesi Wisuda putra putrinya ini.

Para siswa memasuki lokasi wisuda di area parkir MAN 2 Cilacap (dok.izzah)

Pada awal bulan, tepatnya 5 Mei 2022 MAN 2 Cilacap tahun pelajaran 2021/2022 telah merilis kelulusan siswa siswinya melalui daring sejumlah 420. Terdiri dari 37 Program Keagamaan, 172 Program Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) dan 211 Program Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Dari data ini, terekap undangan sebanyak 840 termasuk diantaranya untuk satu orangtua/wali. Namun ternyata saat gelaran Wisuda berlangsung, panitia harus menambahkan kursi dan teras masjid untuk tempat duduk orangtua/wali yang hadir. Diketahui dari para wisudawan bahwa kedua orang tua antusias ingin menghadiri acara. Sehingga diperkirakan terdapat seribu orang berkumpul pada perhelatan wisuda akhir tahun ini.

Pembukaan Wisuda oleh Bapak Drs. Muntohar, Kepala MAN 2 Cilacap. (dok.izzah)

“Tetap semangat. Teruskan perjuangan. Jadilah generasi penerus dan pemimpin bangsa ini kelak. Siap bangun negeri” pesan Drs Muntohar, Kepala MAN 2 Cilacap dalam sambutan singkatnya beberapa saat usai mewisuda 420 wisudawan/wati. Hal ini senada dengan pernyataan beliau saat wawancara dengan tim jurnalis MAN 2 Cilacap beberapa hari sebelum pelaksanaan wisuda, para calon wisudawan tetap harus berjuang keras, kelak menjadi generasi yang sukses. harus siap menghadapi segala tantangan dari Allah SWT juga selalu mensyukuri apa yang diberikan Allah SWT. Ditambahkan pula oleh Waka Kurikulum, Udin Wardoyo, M.PKim bahwa generasi sekarang yang dikenal dengan generasi Z harus siap untuk menghadapi internetisasi dan kemajuan teknologi.

Harapan  disampaikan pula oleh Caswati, Ibunda wisudawati Anggun Aulia Putri, “Semoga anak kami dapat meneruskan pendidikan menggapai cita-citanya. Dan bisa membanggakan keluarga, almamater tercinta dan masyarakat.” Ibu dua anak ini pun bercerita bahwa sangat beruntung putrinya dapat mengenyam pendidikan dan pengalaman di MAN 2 Cilacap. Kepedulian terhadap lingkungan dan keaktifan sebagai Ketua OSIS serta pencapaian saat ini dapat diterima di Managemen Bisnis IPB memberikan semangat orangtua untuk terus mendukung pendidikannya.  

Beberapa pesan singkat disampaikan pula oleh adik kelas. “Happy graduation,” kata perwakilan OSIS oleh Risda Ayu Lestari. Disampaikan pula para wisudawan untuk tetap semangat menuntut ilmu dan meningkatkan pendidikan serta memohon do’a agar adik-adik kelas bisa meneruskan cita-cita menjadi pribadi dan penerus negeri yang lebih baik, terus berprestasi hingga level internasional.

Pembacaan SK Wisudawan terbaik oleh Wakil kepala bidang kurikulum Bapak Udin Wardoyo, M.PKim. (dok.izzah)

Wisudawan terbaik berturut-turut adalah Alfi Nuraeni (IPA), Arni Khumaeroh (IPS), dan Nadiya Nor Oktari (Agama). Sebagai bentuk apresiasi atas prestasi akademik para wisudawan terbaik mendapatkan penghargaan dari Bank BRI, BSI dan Toko Remaja Kota Majenang.

Wisudawan Terbaik bersama Orangtua/Wali, Kepala MAN 2 Cilacap, Waka Kurikulum MAN 2 Cilacap dan Kepala Tata Usaha MAN 2 Cilacap. (dok.izzah)

Berdasarkan data terhimpun dari Koordinator BK MAN 2 Cilacap, H. Subagyo, M.Pd dan Tim bahwa tahun 2022 ini para siswa kelas 12 tersaring dan lulus SNMPTN/SPAN PTKIN/POLINES/POLTEKKES/KETOS IPB sebanyak 85 siswa. Sebagian siswa lain masih harus berjuang untuk mendapatkan posisi di Perguruan Tinggi impian mereka melalui UTBK (Ujian Tulis Berbasis Komputer)  pada pekan akhir bulan Mei. (widmandala)

MAN 2 CILACAP RUNNER UP GUGUS DEPAN MANTAP KWARCAB CILACAP

Majenang ( 12/04/2021 ) MAN 2 Cilacap mendapat kesempatan sebagai perwakilan Kwartir Ranting Majenang dalam kegiatan Gugus Depan Mantap, salah satu program unggulan Kwartir Daerah Jawa Tengah masa bhakti 2018-2021. Kegiatan tersebut dilaksanakan dalam beberapa tahap seleksi. Pada tahap pertama, MAN 2 Cilacap berhasil menembus juara tiga besar dalam kegiatan Gugus Depan Mantap tingkat Kwartir Cabang Cilacap. Setelah itu, pangkalan MAN 2 Cilacap memasuki tahap seleksi berikutnya yaitu Visitasi dari pihak Kwartir Cabang Cilacap.

Kegiatan visitasi di Gudep 14.221-14.222 Ambalan K. H. Sufyan Tsauri dan Ny. Hj. Siti Maemunah MAN 2 Cilacap itu dilaksanakan pada hari Rabu, 07 April 2021 pukul 09.00 sampai pukul 13.00 WIB.

Sebelum kegiatan visitasi, Dewan Ambalan K. H. Sufyan Tsauri dan Ny. Hj. Siti Maemunah MAN 2 Cilacap dan para pembina pramuka MAN 2 Cilacap sudah menyiapkan berkas-berkas yang harus disiapkan. Mereka rela meluangkan waktu, tenaga, dan pikiran mereka sampai malam untuk menyiapkan persiapan yang diperlukan.

Pada saat kegiatan Visitasi Gugus Depan Mantap 2021, Gugus Depan 14.221-14.222 Pangkalan MAN 2 Cilacap mendapat beberapa masukan dari tim visitasi. Pembina pramuka MAN 2 Cilacap menerima masukan itu dengan baik.

“Kami sangat senang atas masukan yang bapak berikan untuk pangkalan kami. Semoga kami bisa memperbaikinya agar dalam kegiatan Gudep Mantap selanjutnya kami bisa jauh lebih baik “ ujar Kak Margiati selaku pembina gudep MAN 2 Cilacap.

Setelah kegiatan visitasi selesai, kami menunggu info selanjutnya. Selang satu hari setelahnya, info seleksi tahap selanjutnya sudah diumumkan oleh pihak tim Visitasi Kwarcab Cilacap. Berdasarkan hasil tersebut, gudep 14.221-14.222 Ambalan K. H. Sufyan Tsauri dan Ny. Hj. Siti Maemunah Pangkalan MAN 2 Cilacap berada diurutan kedua. Namun, hanya pangkalan diurutan pertama yang akan masuk tahap selanjutnya yaitu mewakili Kwartir Cabang Cilacap dalam kegiatan Gugus Depan Mantap Kwartir Daerah Jawa Tengah. Meski berada diurutan kedua, tidak menjadikan Gudep 14.221-14.222 Ambalan K. H. Sufyan Tsauri dan Ny. Hj. Siti Maemunah MAN 2 Cilacap patah semangat. Justru atas semua saran dan masukan dari tim visitasi pada saat kegiatan visitasi menjadi ilmu baru bagi mereka untuk menjadi gugus depan yang lebih baik lagi kedepannya. (Sumber: Press Release Ekskul Pramuka)

Tujuh Siswa MAN 2 Cilacap Lolos Seleksi Poltekkes Semarang

Majenang (10/04/2021), Politeknik Kesehatan Kemenkes Semarang merupakan 15 besar politeknik terbaik di Indonesia versi Kemenristekdikti. Untuk memasuki perguruan tinggi negeri milik Kementerian Kesehatan tersebut melewati seleksi yang ketat.

Berbekal pengetahuan yang telah dikenyam selama tiga tahun di madrasah, pada tahun 2021 ini para siswa MAN 2 Cilacap mengikuti seleksi masuk ke satu-satunya Poltekkes yang memiliki program Pasca Sarjana ini.

Akhirnya, pada 27 Maret 2021, koordinator Bimbingan dan Konseling, H. Subagyo, MPd melaporkan bahwa sebanyak tujuh siswa MAN 2 Cilacap dinyatakan diterima. “Alhamdulillah pengarahan tim konselor tepat sehingga mengalami peningkatan drastis ini jumlah yang diterima di Poltekkes Semarang. Tahun kemarin tiga, tahun ini tujuh,” jelas H Subagyo. Mereka yang lolos itu adalah Wulan Nur Fatonah (Rekam Medis dan Informasi Kesehatan), Khoiri Muslimah (Teknik Radiodiagnostik), Andika Nova Rahman (Teknologi Bank Darah), Nining Septiatun Ningsih (Keperawatan), Lintang Dwi Cahyaningrum (Rekam Medis dan Informasi Kesehatan), Rizka Wulan Oktiana Indah Sari (Kebidanan), dan Putri Nurfiani Zahra (Rekam Medis dan Informasi Kesehatan). Selain lolos masuk Poltekkes Semarang, Lintang Dwi Cahyaningrum juga diterima di Poltekkes Tasikmalaya.

Kepala MAN 2 Cilacap, Drs Muntohar, berharap mereka yang diterima akan melanjutkan studi dengan sungguh-sungguh karena masyarakat telah menunggu. “Kita bersyukur atas diterimanya tujuh siswa kita di Poltekkes Semarang pada tahun ini. Kita dukung mereka. Diharapkan pada akhirnya mereka akan mengabdi kepada masyarakat melalui pengetahuan dan keterampilan profesional mereka di bidang kesehatan,” katanya. Kepala Madrasah yang memiliki hobbi membaca buku ini juga berharap mereka kelak mendapatkan tidak hanya pekerjaan tetapi keberkahan yang berlimpah. “Dengan berbekal ilmu agama dan karakter yang tertancap dari madrasah ini lalu keterampilan profesional yang diperoleh di perguruan tinggi, tentu kita berharap mereka akan sukses di dalam pekerjaan mereka dengan spirit religiusitas dan tetap berkarakter baik sehingga akan menjadi berkah bukan hanya bagi dirinya tetapi juga bagi masyarakat pengguna jasa mereka,” imbuhnya.

Sementara itu, Wulan, salah satu siswa yang lolos, menyatakan berterima kasih kepada MAN 2 Cilacap terutama kepada ibu dan bapak guru atas dedikasi mereka membimbing dan membina dirinya selama di madrasah. “Bapak ibu guru yang sangat perhatian dengan kami, kami merasa harus berterima kasih, berkat mereka kami melihat secercah harapan,” kata Wulan.

Sambut Ramadlan 1442 H, MAN 2 Cilacap Ziarah Kubur Tokoh dan Pejuang

Majenang (09/04/2021) MAN 2 Cilacap menyemarakkan Ramadlan 1442 H dengan berbagai kegiatan yang diawali dengan penyambutan bulan Ramadlan dalam bentuk ziarah kubur.

Ziarah kubur dilaksanakan pada hari Jum’at tanggal 27 Sya’ban 1442 bertepatan dengan 09 April 2021 di kompleks pemakaman tokoh pendidikan dan pejuang kemerdekaan yaitu KH Sufyan Tsauri dan kompleks pemakaman almarhum Drs. KH. Mustamid, MAg, yang pernah menjabat Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Cilacap.

Ketua kegiatan, Muhammad Muhsin, MPd melaporkan bahwa kegiatan dilaksanakan dengan memenuhi protokol kesehatan dan dalam jumlah terbatas tetapi mewakili semua komponen madrasah. Unsur guru, tenaga kependidikan, dan siswa serta komite madrasah disertakan dalam kegiatan ini.

Ketua Kegiatan, Muhammad Muhsin, MPd, menyampaikan sambutan di depan peserta ziarah di kompleks pemakaman KH Sufyan Tsauri Cigaru Majenang Cilacap

Sementara itu, Kepala MAN 2 Cilacap, Drs. Muntohar menyampaikan bahwa ziarah kubur merupakan silaturrahim orang yang masih hidup kepada orang yang sudah pernah hidup dan sekarang sedang berada di alam barzah yang juga akan dimasuki oleh kita semua. “Kita semua akan masuk ke alam barzah, alam yang berbeda dengan alam dunia saat ini, sebagaimana kita pernah berada di alam kandungan yang berbeda dengan alam dunia ini”, jelasnya.

Drs. Muntohar, Kepala MAN 2 Cilacap, menyampaikan pembinaan di depan peserta ziarah di kompleks makam KH Sufyan Tsauri Cigaru Majenang Cilacap

Berlaku sebagai imam dalam ziarah kubur ini adalah KH Mazin Al Hajar, yang juga merupakan pengawas komite MAN 2 Cilacap. Sebelum memimpin doa, KH Mazin Al Hajar mengingatkan kepada peserta ziarah bahwa kuburan ini bukan tempat ruh orang yang telah meninggal. Kuburan ini hanya tempat badan mayit yang akan hancur. “Semua tubuh ini akan hancur dimakan waktu kecuali tulang ekor. Dari tulang ekor inilah nanti akan dibentuk tubuh baru saat hari kebangkitan”, terangnya. “Adapun ruh berada di alam barzah yang ghaib, yang kita tidak tahu di mana keberadaannya”, tambahnya.

Ibu Siti Asbangunah Muntohar,kedua dari kanan, mengikuti kegiatan ziarah kubur didampingi para ibu guru dan tenaga kependidikan MAN 2 Cilacap

Kegiatan ziarah kubur ini merupakan salah satu wujud implementasi dari visi dan misi MAN 2 Cilacap yakni membangun hubungan interdependensi dengan lingkungan sekitar. MAN 2 Cilacap dilahirkan dari rahim pesantren dengan segala tradisinya dan oleh karena itu MAN 2 Cilacap menghidupkan tradisi pesantren tersebut.

Hasil SNMPTN 2021 MAN 2 CILACAP Tahun 2021

Daftar Nama Siswa, Jurusan dan Kampus Siswa MAN 2 Cilacap yang sukses SNMPTN 2021

1.umi hidayah/kimia/universitas bangka belitung

2.Nanik rismawati/pendidikan ekonomi/ universitas negri yogyakarta

3.Rima widiastuti/manajeman/universitas jenderal Soedirman

4. Faiza Amelia Fadila/Pendidikan Matematika/Universitas Negeri Semarang

5. Belinda Septia Rini/Agroteknologi/Universitas Jenderal Soedirman

6. Khoerul Amin/pendidikan Bahasa Arab/universitas Negeri Semarang

7. Alfi Hidayati/Manajemen/Universitas Negeri Semarang

8. Anjeli Rahmadhani/ Ekonomi pembangunan/ Universitas Tidar

9. Iis Ayuningsih/Sosiologi/Universitas Jenderal Soedirman

10. Lutfi Zukhruf H/teknik sipil/ universitas pendidikan indonesia

11. Danu Fahri Janatan/ Teknik Industri/ Universitas Diponegoro

12. Dian Ayu Muharini/Agroteknologi/Universitas Jenderal Soedirman

13. Maylinna Rahayu Ningsih/ Teknik informatika/ Universitas Negeri Semarang

14. Firda Ayu Agustina/Pendidikan Ekonomi/Universitas Jenderal Soedirman

15. Gita Ayu Lestari/keperawatan/Universitas Jenderal Soedirman

16. Putri Nurfiani Zahra/ Teknik informatika/ Universitas Negeri Semarang

17.Hana Lailatul Faizah / Akuntansi / Universitas jenderal Soedirman

18.Zulfa Aliya/Pendidikan Biologi/Universitas Negeri Semarang

19. Lisa Akmalia / Teknologi Industri Pertanian / Institut Pertanian Bogor

20.Muhamad Padilah/Pendidikan Fisika/Universitas Negeri Semarang

21. Mifta ghina dzakiya ilmu politik/UIN Walisongo Semarang

22. Lintang Dwi Cahyaningrum/Informatika/Universitas Jendral Soedirman

23. Fitri nofiana rahmah/bahasa jawa/Universitas Negeri Semarang

PENINGKATAN PEMAHAMAN KONSEP FISIKA MELALUI PENGGUNAAN LKPD DALAM PEMBELAJARAN DARING DIMASA PANDEMI COVID-19

Fisika sering diartikan sebagai ilmu yang mempelajari tentang materi yang ada dialam semesta atau zat yang meliputi sifat fisis, komposisi, perubahan, dan energi yang dihasilkannya. Teori, hukum dasar, atau percobaan-percobaan fisika selalu berkaitan dengan materi-materi yang ada di alam semesta, mulai dari yang terkecil (mikroskopis) sampai dengan yang terbesar (makroskopis). Pada awal perkembangannya, materi yang dipelajari dalam ilmu fisika hanya sebatas materi yang bisa diamati oleh indera penglihatan. Tetapi, seiring dengan perkembangan teknologi, cakupannya meluas ke materi-materi tak kasat mata, tetapi masih bisa diketahui keberadaannya dengan bantuan alat ukur.

            Fisika berkaitan dengan penjelasan suatu peristiwa ilmiah yang terjadi Ketika suatu materi berinteraksi dengan materi lain dari partikel subatom hingga galaksi diluar angkasa. Tapi sayangnya selama ini fisika dianggap sebagai hal yang menakutkan dan sering dihindari oleh sebagian besar peserta didik karena beranggapan bahwa fisika itu sukar dan menakutkan.

            Covid-19 adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus SAR-CoV-2 pertama kali diidentifikasi di kota Wuhan dipropinsi Hubei Cina pada Desember 2019.  Covid-19 adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus SARS-CoV-2, pertama kali diidentifikasi di kota Wuhan, di provinsi Hubei Cina pada Desember 2019. Covid-19 telah menyebar ke berbagai negara di dunia, termasuk Indonesia. Berdasarkan update data 1 januari 2021 jumlah kasus positif virus corona (Covid-19) di Indonesia terus bertambah. Total kasus terkonfirmasi akumulatif menjadi 751.270 kasus, sembuh 617.936 dan yang meninggal 22.329 (https://twitter.com/BBNPB_Indonesia).

            Pandemi Covid sangat memberikan dampak yang luar bisa dalam segala segi baik segi perekonomian, pariwisata, Pendidikan atau lainnya. Dari data UNESCO secara global dari bulan februari – maret 2020  sebanyak 1,4 milyar murid terdampak, dampak lain secara dramatis bapk ibu sebagai pendidik sedang mengalami migrasi digital ditandai dengan kebangkitan pembelajaran daring yang terus berlangsung, dampak lain terjadi penutupan sekolah secara besar-besaran yang menuntut pelaku Pendidikan secara global harus mempunyai strategi pembelajaran di masa pandemi yang kita kenal dengan pembelajaran jarak jauh (PJJ).

            Pembelajaran fisika daring di masa pandemi covid secara umum hanya menstransfer ilmu atau materi konsep fisika dalam bentuk video, power point, word, pdf , penugasan yang melalui whatshapp, google classroom, elearning madrasasah/sekolah. Peserta didik dituntut untuk bisa membaca, merangkum, memahami, mengerjakan soal sendiri sesuai dengan materi yang terkait yang telah ditransfer tenaga pendidik sehingga membuat peserta didik lama kelamaan menjadi Lelah, jenuh, bosan, serta banyak peserta didik yang kesulitan dalam pembelajaran.

            Menurut Depdiknas (2008) Lembar Kerja Peserta Didik ( LKPD ) adalah lembaran – lembaran berisi tugas yang harus dikerjakan oleh peserta didik. Menurut Trianto (2009:222) Lembar Kerja Peserta Didik ( LKPD ) dapat berupa panduan untuk Latihan pengembangan aspek kognitif maupun panduan pengembangan semua aspek pembelajaran dalam bentuk panduan eksperimen atau demonstrasi. Lembar Kerja Peserta Didik ( LKPD ) didefinisikan juga sebagai bahan ajar cetak berupa lembara-lembar kertas yang berisi materi, ringkasan, alat dan bahan, petunjuk – petunjuk pelaksanaan tugas yang harus dikerjakan oleh peserta didik mengacu pada kompetensi dasar yang dicapai ( Prastowo, Andi (2011)). Lembar Kerja Peserta Didik ( LKPD ) adalah lembar kerja yang berisikan informasi dan instruksi dari guru kepada peserta didik agar dapat mengerjakan sendiri suatu aktivitas belajar,  melalui praktek atau penerapan hasil belajar untuk mencapai tujuan pembelajaran.

            Prastowo (2011:24) menjelaskan bahwa dilihat dari segi tujuan disusunnya LKPD maka LKPD dapat dibagi menjadi lima macam bentuk yaitu :

  1. LKPD yang membantu peserta didik menemukan suatu konsep
  2. LKPD yang membantu peserta didik menerapkan dan mengintegrasikan berbagai konsep yang telah ditemukan
  3. LKPD yang berfungsi sebagai penuntun belajar
  4. LKPD yang berfungsi sebagai penguatan
  5. LKPD yang berfungsi sebagai petunjuk praktikum.

Tujuan penyusunan Lembar Kerja Peserta Didik ( LKPD ) adalah memperkuat, menunjang tujuan pembelajaran ketercapaian indicator serta kompetensi dasar dan kompetensi inti, membantu peserta didik untuk mencapai tujuan pembelajaran. Prinsip penggunaan LKPD bukan untuk menggantikan tugas guru melainkan untuk sarana pencapaian tujuan pembelajaran dan juga untuk dapat menumbuhkan minat peserta didik terhadap mata pelajaran fisika atau mata pelajaran lainnya.

Dalam pembuatan Lembar Kerja Peserta Didik ( LKPD ) harus memenuhi syarat :

  1. Didaktis : cocok untuk semua keadaan dan karakter peserta didik, mengakomodasi berbagai tingkat kemampuan, emosi dan karakter dasar peserta didik
  2. Konstruk : ketepatan isi, ketepatan arahan belajar ( mode , stategi, metode, Teknik dan taktik sajiannya ) dan ketepatan Bahasa tulis
  3. Teknis, pemilihan font, warna, alat pemusatan perhatian ( attention focusing ), bidang kosong ( white space ), kualitas gambar dan komposisi

Struktur Lembar kerja Peserta Didik ( LKPD ) secara umum terdiri dari judul kegiatan, tujuan belajar sesuai dengan kompetensi dasar, alat dan bahan, prosedur kerja berisi petunjuk kerja untuk peserta didik yang berfungsi  mempermudah peserta didik melakukan kegiatan belajar dan penilaian.

Penggunaan Lembar Kerja Peserta Didik ( LKPD ) pada materi kalor  yang dipergunakan peneliti dalam proses pembelajaran fisika secara daring dimasa pandemic covid sebagai berikut :

  1. Guru membuat Lembar Kerja Peserta Didik ( LKPD ) dalam bentuk word yang meliputi : judul, kompetensi dasar, tujuan pembelajaran, alat dan bahan, prosedur kerja/petunjuk kerja, materi atau rangkuman , pertanyaan yang bisa mengarahkan peserta didik untuk menemukan konsep dan evaluasi yang harus dikekrjakan peserta didik
  2. Guru berkomunikasi melalui whatshapp atau google classroom atau elearning madrasah/sekolah untuk menyampaikan proses pembelajaran dan  tujuan pembelajaran yang akan dilakukan
  3. Guru mengupload video, materi yang terkait, media pembelajaran vidio materi yang akan dibahas dan Lembar Kerja Peserta Didik ( LKPD ) serta rumusan dalam bentuk isian singkat atau isian Panjang
  4. Peserta didik menyelesaikan Lembar Kerja Peserta Didik yang meliputi gambar, video sebagai simulant dalam menjawab isian pertanyaan yang mengarahkan ditemukannya konsep dan peserta didik mampu membuat kesimpulan berdasarkan konsep yang dipelajari pada pembelajaraan saat itu
  5. Peserta didik mengupload hasil Lembar Kerja Peserta Didik ( LKPD ) yang sudah diselesaikan melalui google classroom atau elearning madrasah/sekolah
  6. Guru memperoleh jawaban peserta didik sehingga dapat mengetahui hasil pembelajaran tiap peserta didik serta pemahaman peserta didik.

Penggunaan Lembar Kerja Peserta Didik ( LKPD ) pada pemahaman konsep materi kalor peserta didik kelas XI IPA 1 MAN 2 Cilacap dapat meningkatkan pemahaman pembelajaran fisika secara daring dimasa pandemi covid yang ditunjukan dari nilai rata – rata kelas materi kalor 85 dengan KKM 75. Sehingga dapat disimpulkan bahwa penggunaan Lembar Kerja Peserta Didik dan cara pembuatan LKPDnya mudah dan sangat efektif dalam memahami konsep melalui pembelajaran daring dimasa pandemic covid.

Penulis : Eli Titi Khoeriyah, S. Pd, M. Sc

Guru Pintar Baru

Pintar Baru[1]

Internet dimulai pada tahun 1969 oleh Departemen Pertahanan Amerika sebagai tindak lanjut penelitian di UCLA. Pada 1989 www dicetuskan. Lalu pada November 1993 mesin pencari pertama dirilis: Mosaic. Ebay dan Amazon telah eksis sejak 1995. Pada 1999 Alibaba berdiri di China. Forum jual beli Kaskus mulai eksis pada 1999 di Indonesia. Tokopedia lahir tahun 2009. Bukalapak berdiri tahun 2011. Shopee berdiri tahun 2015. Nilai transaksi e-commerce di Indonesia mencapai 26 triluin pada awal pandemi corona bulan Maret 2020.

Tapi di dunia sekolah Indonesia, internet masih merupakan kebutuhan kedua. Internet mulai memaksa dunia sekolah untuk mengadaptasinya ketika Ujian Nasional Berbasis Komputer yang bersifat semi online diprogramkan oleh menteri Anies R Baswedan pada 2015.

Lalu hari ini, pada saat covid-19 menjadi wabah dunia, mau tidak mau sektor pendidikan dipaksa melaksanakan pembelajaran secara online. Secara langsung covid-19 telah memaksa setiap orang tua, siswa dan guru harus mampu menggunakan teknologi informasi ini. Corona yang mematikan itu menular secara mudah melalui pernafasan dari orang-orang yang berdekatan maka phisical distancing menjadi keharusan. Jaga jarak telah menjadi normal baru. Semakin eksislah internet menjadi kebutuhan riil harian setiap pelajar dan guru. Sampai-sampai kementerian memprogramkan pengadaan kartu dan pulsa bagi dunia pendidikan.

Pintar Baru

Era pandemi ini merupakan tantangan bagi sebagian guru. Beberapa alat komunikasi berbasis internet mungkin sudah menjadi keseharian mereka. Aplikasi tonton video juga mudah mereka pakai. Tetapi aplikasi interaktif seperti pengirim data belum mereka akrabi. Aplikasi komunikasi massal daring belum menjadi kebiasaan. Dan yang paling penting: keterampilan membuat media yang internet-frendlybelum menjadi keseharian.

Tuntutan mengirim data kepada siswa dan membaca data kiriman siswa benar-benar memaksa guru ini belajar kembali. Virus corona telah memaksa guru kembali menjadi pintar, pintar dengan segala sesuatu yang terkait internet yang sebelumnya hanya meupakan hal sekunder dalam pekerjaan sehingga tidak begitu diperhatikan pun tidak berefek negatif.

Tanpa kepintaran memanfaatkan teknologi internet dengan berbagai aplikasi praktisnya, guru tidak lagi dapat mendidik anak bangsa. Keterampilan membuat media pembelajaran audio visual menjadi keharusan. Keterampilan mengedit bahan tayang pembelajaran menjadi wajib. Keterampilan verbal harus dikurangi. Keterampilan-ketrampilan yang semula hanya merupakan permainan para youtuber yaitu keterampilan bermain media menjadi bagian tak terpisahkan dari proses penyiapan pembelajaran. Hanya guru yang pintar teknologi internet dan media yang akan dengan tenang mengajar dalam era covid-19 ini. Maka pintar media dan internet menjadi pintar baru dalam dunia guru kita. Guru tidak hanya melaksakan normal baru tapi juga harus menjadi pintar baru.


[1] Oleh Mungalim, SPd. Majenang 27/10/2020

Pakaian Tradisional Di Era Milenial

Awalnya, aku hanya melihat pakaian indah itu dikenakan pada acara-acara tertentu saja. Saat itu, aku sama sekali belum tahu apa nama pakaian yang indah itu. Sempat pernah terlintas di kepalaku ‘Aku ingin memakai pakaiani. Itu suatu hari nanti’. Tak kusangka hal yang sempat terlintas itu menjadi kenyataan saat aku sudah duduk dibangku Sekolah Dasar-lebih tepatnya kelas 4 SD. Masih teringat dengan jelas masa-masa itu hingga saat ini. Tanggal 21 April-Dalam rangka memperingati Hari Kartini, di kotaku mengadakan pawai dengan peserta siswa-siswi SD, SMP, SMA/MA, dan Umum. Pada waktu itu Ibu Guruku mendata siswa-sisiwinya mengenai pakaian apa yang akan dikenakan saat pawai. Dengan semangat dan antusias, aku mengatakan kalau aku akan mengenakan ‘Kebaya’, pakaian yang kuimpi-impikan sejak kecil.

Kala itu yang kuketahui mengenai ‘Baju Kebaya’ hanyalah sekedar ‘Baju adatnya orang jawa’, hanya itu saja. Maklumilah, saat itu pengetahuanku masih sangat sedikit, wawasanku juga masih sempit. Aku tak sadar kalau ternyata pengertian kebaya lebih dari apa yang kupikirkan selama ini. Bahkan kebaya memiliki asal-usul serta makna tersendiri yang tidak banyak orang ketahui. Rasa ingin tahuku yang tinggi mengenai kebaya membuatku mencari berbagai informasi tentang kebaya dari berbagai sumber. Ada beberapa pendapat mengenai asal-usul serta makna dari kata ‘Kebaya’. Pendapat pertama menyatakan kalau kebaya berasal dari serapan bahasa arab yaitu ‘Kaba’ atau ‘Qaba’ yang artinya ‘Pakaian’. Berdasarkan pendapat tersebut apakah kita bisa menyimpulkan kalau kebaya berasal dari Arab? Jawabannya tidak. Pendapat kedua menyatakan kalau kebaya berasal dari China yang kemudian menyebar ke Malaka, Jawa, Bali, Sumatera, dan Sulawesi. Dari pendapat kedua ini, apakah kita sudah bisa mengatakan kalau kebaya berasal dari China? Jawabannya belum. Dua pendapat ini belum bisa menyatakan asal-muasal kebaya. Lantas siapa yang telah membawa kebaya ke Nusantara? Berasal dari manakah kebaya? Apakah ada lagi pendapat mengenai kebaya?

Masih ada satu pendapat lagi mengenai kebaya. Kalian mengenal Bangsa Portugis? Bangsa Portugislah yang telah memperkenalkan kebaya ke Nusantara dengan istilah ‘Cabaya’ dan sekarang kita semua menyebutnya dengan kebaya. Tidak jauh berbeda ternyata, hanya berbeda dua huruf saja yaitu huruf ‘C’-‘K’ dan huruf ‘A’-‘E’.

Seperti yang telah kuceritakan sebelumnya mengenai pengertianku akan kebaya yang pada saat itu hanya berpikir kalau kebaya hanyalah ‘Baju adatnya orang Jawa’, tidak lagi untuk sekarang. Kini aku mulai mengetahui serta memahami kalau kebaya adalah ‘Pakaian blouse tradisional yang terbuat dari bahan tipis yang dikenakan bersamaan dengan sarung, kain batik atau bahan lainnya seperti songket dengan motif warna-warni yang dibuat menjadi rok.’

Pada masa Kerajaan Majapahit-sekitar abad ke-9, kebaya sudah dijadikan sebagai pakaian sehari-hari para permaisuri dan selir raja. Tujuan mereka memakai kebaya ialah agar para wanita kerajaan terlihat lebih sopan. Bagaimana jika di zaman sekarang ini kita meniru para wanita pada masa Kerajaan Majapahit untuk memakai kebaya sebagai pakaian sehari-hari? Apakah setuju yang akan memperoleh suara terbanyak? Untuk pendapatku sendiri aku kurang setuju. Memang saat masih kecil aku kagum pada kebaya dan antusias untuk memakainya, namun, seiring semakin dewasanya diriku serta perkembangan zaman yang semakin maju membuat rasa kagum itu perlahan luntur. Untuk saat ini, aku merasa memakai kebaya merupakan suatu hal yang ribet.

Saat ada acara pawai pun aku tidak lagi memakai baju kebaya. Apakah hanya aku yang mengalami perubahan seperti ini? Tentu saja tidak. Hampir sebagian besar anak milenial berpendapat yang sama denganku yaitu ‘Ribet’ kalau memakai kebaya, apalagi jika digunakan sebagai pakaian sehari-hari. Hal itu terjadi bukanlah tanpa alasan. Adanya kaus serta pakaian simple lainnyalah yang membuat kami para generasi milenial enggan memakai kebaya sebagai pakaian sehari-hari.

Berdasarkan survei yang telah kulakukan melalui wattsapp untuk mengetahui seberapa banyak orang yang setuju kalau kebaya dijadikan sebagai pakaian sehari-hari, aku mendapatkan empat jawaban. Sekitar 0,16% setuju kalau kebaya dijadikan sebagai pakaian sehari-hari. Menurut pendapat Dinar yang ditulis dalam wattsapp, “Aku sih setuju-setuju aja, apalagi kalo kebayanya dikreasiin dan dibuat modern, kan jadi keren plus bisa ngelestariin budaya dengan cara yang berbeda.” tulisnya. Namun, persentase kurang setuju ternyata lebih besar daripada persentase setuju, yaitu sekitar 0,33%, disusul 0,46% tidak setuju, dan 0,05% sangat tidak setuju.

Lepas dari semua itu, berdasarkan informasi yang kudapat dari CNN Indonesia, ternyata ada seorang perempuan yang selalu mengenakan kebaya sebagai pakaian sehari-hari. Ia berpendapat kalau kebaya merupakan pakaian yang memiliki fungsi dan nilai yang tinggi untuk digunakan sehari-hari. Perempuan itu bernama Rahmi. “Perlu disosialisaikan cara memakai kebaya dan kain biar enggak ribet. Saya tiap hari memakai kebaya, bukan sesuatu yang ribet. Saya naik gunung berkebaya tidak ribet.” ucap Rahmi.

Tidak hanya mengatakan itu, Rahmi juga menjelaskan kalau kebaya bisa dipakai dengan nyaman saat beraktivitas diera modern yang serba cepat dan praktis ini. Rahmi mengatakan kalau sekarang ini sudah tersedia kebaya dengan bahan kaus sedangkan kain bisa dilipat dengan metode tertentu untuk memudahkan gerak. Usai membaca penjelasan dari Rahmi, aku menjadi kembali tertarik untuk memakai kebaya. Apalagi kebayanya berbahan kaus. Ternyata kebaya tidak selamanya ribet untuk digunakan. Apalagi dizaman yang sudah modern seperti sekarang ini, kebaya bisa diinovasikan menjadi pakaian yang simple tapi masih mengandung unsur dari kebaya itu sendiri. Jenis kebaya di Indonesia tidak hanya satu, melainkan beragam. Selama ini yang aku tahu hanyalah kebaya Jawa. Lantas ada jenis kebaya apa saja di Indonesia selain kebaya Jawa? Diantaranya ada kebaya bali, kebaya kartini, kebaya bandung, kebaya kutubaru, kebaya nyonya, kebaya encim, kebaya indo, dan kebaya keraton. Kebaya mana saja yang sudah pernah kalian pakai?

Perlu kita ketahui bahwa pada tahun 1940, Presiden Pertama Indonesia Ir. Soekarno pernah menjadikan kebaya sebagai kostum nasional. Pada saat itu juga, kebaya dianggap menjadi busana tradisional perempuan Indonesia dan menjadi lambang emansipasi perempuan Indonesia. Ini terjadi karena kebaya merupakan busana yang dipakai oleh tokoh kebangkitan perempuan Indonesia, yaitu RA. Kartini. Namun, melihat hasil survei yang telah kulakukan, kita bisa tahu kalau persentase tidak setuju paling besar. Berarti bisa kita simpulkan kalau minat untuk memakai kebaya dikalangan generasi milenial cukup rendah. Padahal kebaya merupakan kostum nasional bangsa kita. Untuk menjadi generasi milenial yang baik, bukankah kita harus bisa melestarikan budaya yang bangsa kita miliki? Salah satu budaya itu adalah ‘Kebaya’. Sebisa mungkin kita harus melestarikan kebaya. Kita harus membuat minat diri kita sendiri serta masyarakat meningkat untuk memakai kebaya. Jangan sampai kebaya hilang tertelan oleh perkembangan zaman yang semakin hari semakin maju.

Bagi diriku sendiri, cara yang kulakukan untuk meningkatkan minat serta rasa cintaku pada kebaya salah satunya adalah mempelajari segala hal mengenai kebaya, mulai dari asal-usul, pengertian, serta jenis-jenis kebaya yang ada di Indonesia. Memang cara itu tidaklah membuat minat serta rasa cinta kita terhadap kebaya langsung meningkat, tapi setidaknya sedikit demi sedikit hal itu akan terjadi. Jadi, tunggu apalagi? Mari kita tingkatkan minat serta rasa cinta kita terhadap kebaya saat ini, detik ini juga. Jangan menunda-nunda, karena sedetik waktu begitu berharga. Angkat kembali derajat salah satu budaya nasional kita ‘Kebaya’, harumkanlah ‘Kebaya’ dimata dunia. Jangan biarkan kebaya musnah tertelan pakaian modern masa kini. Mari kita bersama-sama nguri-nguri budaya bangsa. Lestarikan Kebaya demi Indonesia tercinta.

JUARA I KSM TINGKAT PROVINSI

Serah-Piala-KSM-Prov-2015

JUARA I KSM TINGKAT PROVINSI

MAN 2 Cilacap kembali mencatatkan prestasi spektakuler dalam event Kompetisi Sains Madrasah (KSM) antar pelajar MA se-Jawa Tengah. Kegiatan KSM dilaksanakan di MAN 2 Surakarta pada 6 Juni 2015 diikuti berbagai sekolah dari tingkat MI, MTs dan MA se-Jawa Tengah. Cabang mata pelajaran yang diperlombakan antara lain Matematika, Biologi, Fisika, Kimia, Ekonomi dan Geografi.

Untuk cabang mata pelajaran Kimia, MAN 2 Cilacap yang diwakili oleh Tohiran Kelas XI IPA-1 yang merupakan kelas unggulan di MAN 2 Cilacap hanya mampu meraih juara kedua (II). Setelah berhasil mengalahkan 35 peserta dari kabupaten/ kota yang ada di Jawa Tengah. Sedangkan untuk cabang mata pelajaran Matematika, MAN 2 Cilacap diwakili oleh Yusril Kelas XI IPA-1 yang dari kelas yang sama dengan sahabatnya, Tohiran.

Setelah berhasil menjadi pemenang di tingkat kabupaten pada tanggal 8 Mei 2015, maka Yusril berhak mewakili Kab. Cilacap untuk maju di tingkat provinsi. Berkat ketekunan dan latihan yang intensif, maka perwakilan MAN 2 Cilacap berhasil menyabet peringkat pertama (I) pada kompetisi tingkat provinsi yang telah berlangsung pada tanggal 6 Juni 2015 di MAN 2 Surakarta. Hasil ini tentu sangat membanggakan karena berhasil mengalahkan 35 peserta dari kabupaten/kota yang ada di Jawa Tengah.

Berkat kerja keras dan arahan yang maksimal dari pembimbing, Yusril dipastikan mewakili Provinsi Jawa Tengah dalam Kompetisi Sains Madrasah (KSM) tingkat nasional di Palembang Sumatera Selatan pada bulan Agustus 2015 mendatang. Harapannya adalah hasil yang diraih di tingkat provinsi dapat dilanjutkan pada tingkat nasional.

“Bertandinglah sebaik mungkin, dan bawa nama baik Kabupaten Cilacap khususnya MAN Majennag. Persiapkan diri sebaik-baiknya, terus asah kemampuan dan perdalam materi di bidang Matematika!”

#ATB